Skripsi / Tugas Akhir Sistem Informasi Akuntansi
Penulis: Khong Guan
Program Studi Sistem Informasi dan Akuntansi Universitas Bina Nusantara
Ringkasan
Pada tahun 1996, Kaplan dan Norton memperkenalkan suatu bentuk metode pengukuran kinerja yang dikenal yaitu Balanced Scorecard. Metode ini memiliki keistimewaan dalam hal cakupan pengukurannya yang komprehensif yaitu mempertimbangkan pengukuran kinerja finansial, yang dikombinasikan dengan pengukuran kinerja non-finansial sehingga timbul empat perspektif yang seimbang dalam balanced scorecard yaitu (1) perspektif keuangan, (2) perspektif pelanggan, (3) perspektif proses bisnis internal dan (4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Pengukuran kinerja keuangan saja tidaklah cukup untuk mengukur suatu kinerja perusahaan. Pemusatan perhatian hanya pada kinerja keuangan membuat perusahaan hanya memperhatikan rencana jangka pendeknya tanpa mempunyai gambaran yang jelas tentang fokus dan tujuan perusahaan di masa yang akan datang.
PT. RDC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyewaan mesin-mesin seperti mesin photo copy, mesin fax dan lain-lain. Masalah yang dihadapi perusahaan adalah selama ini perusahaan mengukur kinerjanya berdasarkan sisi finansial saja. Tetapi pengukuran kinerja secara finansial belum cukup untuk dapat menilai kinerja perusahaan. Karena itu, diperlukannya suatu pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard ini dikombin asikan dengan pengukuran kinerja secara finansial dan non-finansial. Dengan Balanced Scorecard kinerja perusahaan dinilai dengan empat perspektif, antara lain perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Dalam penulisan tugas akhir ini, metode penelitian yang digunakan oleh penulis ialah melakukan studi lapangan, perhitungan kuesioner dan wawancara dengan pihak manajemen perusahaan serta studi kepustakaan untuk mendapatkan sumber informasi yang mendukung dalam penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa perspektif keuangan perusahaan sebesar 78.53 %, perspektif pelanggan sebesar 75.02 %, perspektif proses bisnis internal sebesar 84.85 %, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 77.66 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan agar perusahaan melakukan pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard secara berkala agar kinerja perusahaan dapat ditingkatkan dan lebih terukur dengan baik.
Penulis: Khong Guan
Program Studi Sistem Informasi dan Akuntansi Universitas Bina Nusantara
Ringkasan
Pada tahun 1996, Kaplan dan Norton memperkenalkan suatu bentuk metode pengukuran kinerja yang dikenal yaitu Balanced Scorecard. Metode ini memiliki keistimewaan dalam hal cakupan pengukurannya yang komprehensif yaitu mempertimbangkan pengukuran kinerja finansial, yang dikombinasikan dengan pengukuran kinerja non-finansial sehingga timbul empat perspektif yang seimbang dalam balanced scorecard yaitu (1) perspektif keuangan, (2) perspektif pelanggan, (3) perspektif proses bisnis internal dan (4) perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Pengukuran kinerja keuangan saja tidaklah cukup untuk mengukur suatu kinerja perusahaan. Pemusatan perhatian hanya pada kinerja keuangan membuat perusahaan hanya memperhatikan rencana jangka pendeknya tanpa mempunyai gambaran yang jelas tentang fokus dan tujuan perusahaan di masa yang akan datang.
PT. RDC merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang penyewaan mesin-mesin seperti mesin photo copy, mesin fax dan lain-lain. Masalah yang dihadapi perusahaan adalah selama ini perusahaan mengukur kinerjanya berdasarkan sisi finansial saja. Tetapi pengukuran kinerja secara finansial belum cukup untuk dapat menilai kinerja perusahaan. Karena itu, diperlukannya suatu pengukuran kinerja dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard ini dikombin asikan dengan pengukuran kinerja secara finansial dan non-finansial. Dengan Balanced Scorecard kinerja perusahaan dinilai dengan empat perspektif, antara lain perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran.
Dalam penulisan tugas akhir ini, metode penelitian yang digunakan oleh penulis ialah melakukan studi lapangan, perhitungan kuesioner dan wawancara dengan pihak manajemen perusahaan serta studi kepustakaan untuk mendapatkan sumber informasi yang mendukung dalam penelitian. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa perspektif keuangan perusahaan sebesar 78.53 %, perspektif pelanggan sebesar 75.02 %, perspektif proses bisnis internal sebesar 84.85 %, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran sebesar 77.66 %. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, disarankan agar perusahaan melakukan pengukuran kinerja dengan metode Balanced Scorecard secara berkala agar kinerja perusahaan dapat ditingkatkan dan lebih terukur dengan baik.